Bahan devosi : Teman Seperti Apakah Kamu?

renunganPagi ini saya mendapatkan giliran untuk membawakan renungan singkat dengan durasi 15 menit, sebuah tugas yang memang sudah biasa diberikan sekolah agar setiap guru terbiasa untuk membagikan sesuatu  berupa renungan sebagai bahan refleksi.

Renungan kali ini saya ambil dari Amsal 18:24, yang berbunyi :

“Ada teman yang mendatangkan kecelakaan, tetapi ada juga sahabat yang lebih karib dari pada seorang saudara”

Renungan  ini terinspirasi dari Tulisan Vincent Yeaoh di web salah satu gereja. Saya akan menuliskan  beberapa poin besarnya saja. 

Manusia tidak diciptakan menjadi makhluk yang hidup sendirian, oleh karenanya seorang manusisa  membutuhkan manusia lain dan berupaya untuk mengisi hidup dengan diperteguh  banyak persahabatan. Persahabatan akan menambah semangat dalam hidup.

Namun demikian Alkitab memperingkatkan  dalam Amsal 18 bahwa “Ada teman yang mendatangkan kecelakaan, tetapi ada juga sahabat yang lebih karib dari pada seorang saudara”.

Istilah teman yang dimaksud pada tulisan ini ada dua, pertama,  adalah seorang teman yang mana hati kita yang memilih untuk menjadikannya seorang teman bahkan sahabat karena kecocokan hati.

Namun yang kedua adalah teman yang dikondisikan oleh suatu keadaan tertentu seperti teman arisan, teman kerja, atau teman karena satu komunitas tertentu yang diikat oleh karena satu tujuan tertentu. Teman yang mau tidak mau harus kita katakan teman walau kita bukan orang yang cocok secara hati.

Ada 3 teman ideal yang dapat kita pilih:

  1. Teman yang kita pilih adalah seorang teman yang sama-sama memiliki Tuhan sebagai ikatan. Tuhan menjadi pusat persahabatan sehingga yang terjadi adalah pertumbuhan bersama. Alkitab mencatat bahwa hanya karena Tuhanlah maka Daud dan Yonathan menjadi teman yang baik meskipun Raja Saul, ayah Yonathan ingin membunuh Daud. Dimana tertulis dalam 1 Samuel 20:42 yang menyatakan bahwa kunci pertemanan mereka adalah mereka memiliki Tuhan sebagai pengikat.
  2. Teman yang selalu ada setiap waktu, seperti yang tertulis dalam Amsal 17:17, bahwa “Seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu, dan menjadi seorang saudara dalam kesukaran.”
  3. Teman yang mau memberi nasihat, yang artinya ia adalah teman yang mau menasehati pada saat kita melakukan kesalahan, sehinga teman ini adalah teman yang disaat kita sulit dikirik sekalipun, ia adalah teman dekat yang degan kasihnya menunjukkan kesalahan kita. Nasihat akan mendorong kita untuk maju, terus bertumbuh menuju pribadi yang akan terus menjadi lebih baik.

Renungan yang intinya saya baca dari sebuah ini saya dapat beberapa hari yang lalu dan ketika membacanya mengingatkan saya mengenai apa yang terjadi sekitar bulan April 2014. Saat pertama kali saya memutuskan untuk mempelajari grafologi yang tidak asing di dunia psikologi, untuk rekrutmen  dan sering di pakai di bank terutama untuk dokumen examiner bagi bagian perkreditan.

Sebelum mengambil course yang saya rencanakan untuk belajar serius saya membagikan kerinduan hati dengan beberapa teman, teman kategori pertama dan kategori kedua, dan hasilnya manakjubkan karena ada beberapa reaksi yang saya dapatkan.

  • Teman yang pertama,  tidak secara langsung mengatakan mendukung, tapi ia menuliskan beberapa pertanyaan yang harus saya jawab terlebih dahulu via e-mail yang menantang untuk digali dan dijawab secara mendalam. Sepertinya komitmen saya ditantang untuk bisa mencapai apa yang akan direncanakan.
  • Teman yang kedua, secara gamblang ia mengatakan mendukung, bahkan ia membuat time table kapan saya lulus, apa tujuan akhirnya sekaligus pertimbangan biaya-biayanya.
  • Teman yang ketiga mengatakan, saya sungguh beruntung sekali, karena ia menginginkan hal yang sama namun waktu yang ia miliki terbatas dan uang belum ada, sehingga ia harus menunda atau mungkin bahkan mematikan keinginan untuk belajar yang sama dengan saya.
  • Teman yang keempat lah yang membuat pertahanan saya goyah karena saya perlu waktu 3 bulan untuk meyakinkan diri, karena responnya adalah menertawakan saya, bahkan mengatakan bahwa saya seprti layaknya peramal untuk belajar ilmu  grafologi, bahkan besok-besok di masa mendatang saya akan belajar mengenai karakter dengan menguji letak tahi lalat di wajah ! Saya akui saat itu hati saya tidak cukup kuat menrima celaan, rasanya dilecehkan (mmmhhh entahlah ini kata yang tepat atau bukan). Ya, dia berhasil membuat saya terdiam. Saat itu saya berhasil menguasai diri untuk hanya diam namun sesampainya di rumah tak terasa air mata mengalir. Hati saya hancur dan semangat saya patah.

Tapi saya bersyukur karena teman yang keempatlah, yang sama sekali jauh dari teman ideal,  akhirnya punya waktu lebih untuk mengenal lagi siapa diri saya, bagaimana saya mudah patah semangat hanya karena omongan orang lain,,,,,saya lebih bisa mengambil komitmen bahwa ini adalah bagian dari passion yang saya miliki. Saya ingin terus mau belajar dan maju bukan karena orang lain, tapi karena saya memilih untuk maju. Dalam kekesalan saya, untung saja kejadian ini akan menjadi dorongan saya untuk mau mau dan belajar bukan karena orang lain, tapi karena dari dalam diri sendiri dengan meminta persetujuan Tuhan.

Kalau kita percaya bahwa semua hal yang terjadi  tidak ada yang kebetulan, maka semua orang atau teman yang ada di sekitar kita juga ada karena Tuhan, terkadang kita tidak bisa memilih teman yang ditempatkan dekat dengan kita, namun kita bisa menjadikan seorang teman itu sebagai pendorong kita untuk terus maju, untuk bisa mendorong mengeluarkan bersi terbaik kita yang sudah TUHAN berikan pada kita.

Bila kita ada di sebuah situasi dimana kita ingin menjadi seorang teman bagi teman yang lain, pertanyaannya adalah sebenarnya kita mau menjadi teman yang seperti apa?
Dan pilihan itu ada pada kita.
Hiduplah pada lingkungan dan teman-teman yang positif, sebab mereka dapat menjadi penyemangat hidup yang baik, namun jika kamu bertemu dengan teman yang membuatmu patah, jadikan mereka motivasi untuk lebih mengenal dirimu sendiri dan teruslah maju. 

Kita Hidup di Dunia Nyata, Bukan Dunia Maya

Awalnya tidak ada niat posting di blog🙂, namun karena ada seorang siswa yang memiliki masalah pendengaran dan kebetulan alatnya bermasalah, sementara ia meminta dan ingin tahu amanat yang saya sampaikan , akhirnya saya putuskan untuk memposting supaya bisa dibaca. Semoga berguna. 

Yang saya hormati Kepala Senior School, para guru dan staff, serta seluruh siswa yang saya kasihi, Selamat pagi. Pertama-tama saya mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi untuk seluruh guru dan siswa yang sudah terlibat dalam mempersiapkan upacara hari ini, sehingga upacara dapat berlangsung dengan baik…

Hari ini saya diminta untuk memberikan amanat Pembina upacara dengan tema kita hidup di dunia nyata dan bukan dunia maya.

Dunia nyata bicara mengenai lingkungan dimana kita hidup, yang menggambarkan hal-hal yang benar-benar ada, yaitu mengenai kenyataan dan realitas hidup yang sesungguhnya. Sedangkan  Dunia maya adalah dunia yang terbentuk melalui media elektronik dalam  jaringan komunikasi  online,  yang merupakan integrasi dari berbagai peralatan teknologi komunikasi computer dan internet yang tersebar di seluruh dunia secara interaktif.

Fakta yang ada di era digital saat ini menunjukkan bahwa teknologi terus berkembang dan berinovasi, sehingga internet mengubah banyak kehidupan manusia dan perkembangan Teknologi tidak bisa dibendung, suka atau tidak,  perkembangannya akan semakin pesat.  Berdasarkan infografis  masyarakat Indonesia mengakses internet melaui gadget untuk kepentingan mencari informasi, mencari produk atau bertransaksi online, sehingga membawa kita untuk belanja melalui Zalora, Lazada, memesan layanan transportasi seperti gojek, grab car, atau sekedar bersosialisasi dan berinteraksi ala dunia maya melalui jejaring sosial media untuk seperti FB, twitter, instagram, path, MeetUp, Google Plus agar dapat terhubung dan berinteraksi dengan orang lain. 

Perkembangan teknologi inilah menunjukkan bahwa batas antara dunia nyata dan dunia maya semakin tipis, bahkan tak berbatas.   

Ya, Kebutuhan dasar manusia adalah hasrat untuk berinteraksi dengan orang lain, dan saat ini, banyak orang membangun sebuah interaksi di dunia maya, dimana interaksi tersebut  terjadi melalui gadget yang kita miliki mulai dari smartphonetablet ataupun laptop yang kita punya, Dan apabila  kita amati di berbagai tempat mulai dari sekolah, kantor, mall sampai kendaraan umum, begitu banyak orang disibukkan dengan gadget-gadget menjadi magnet yang sangat menarik, sehingga berkomunikasi melalui dunia maya menjadi kewajiban setiap hari dan bisa menghabiskan waktu berjam-jam yang akhirnya membawa konsekuensi bahwa Interaksi dalam nyata antar manusia  semakin hari semakin berkurang.

Saat ini bisa dikatakan hampir semua orang menggunakan gadget, gadget memungkinkan kita berhubungan dengan jutaan orang di berbagai belahan dunia, bahkan yang tidak kita kenal sekalipun. Dengan gadget, interaksi sosial yang pada awalnya harus bertatap muka sekarang tidak harus bertatap muka. Interaksi antar manusia pun kini secara perlahan tergantikan dengan interaksi manusia dengan gadget. Banyak orang yang lebih asyik dengan gadgetnya ketimbang berinteraksi dengan lingkungan sosial di sekitarnya. Orang lebih suka mencari teman di media sosial ketimbang berkenalan dengan teman satu bangku di kendaraan umum atau dengan tetangga baru. Terkadang kita berada dalam satu ruangan yang sama namun tidak terlibat dalam sebuah pembicaraan, semua sibuk dengan gadget masing-masing. Asyik dengan dunianya sendiri. Teman-teman di jejaring sosial pun nampak lebih dekat dan nyata dibanding keberadaan saudara ataupun tetangga kita sendiri. Orang kemudian menjadi begitu terobsesi dengan dunia maya dan menarik diri dari lingkungan sosialnya. Hal inilah yang kemudian menimbulkan berbagai gangguan kepribadian seperti sikap menyendiri, antisosial, cenderung tidak peka dengan kebutuhan orang sekitar, individualistis dan lain-lain.

Saya akan ajak kita semua berefleksi, Coba kita ingat berapa sering kita berinteraksi dengan tetangga sebelah rumah? Coba ingat-ingat kapan terakhir kali ngobrol dengan tetangga belakang rumah? kapan terakhir berbicara hati kehati secara tatap muka dengan papa dan mama tanpa menggunakan gadget?

Tidak dapat dipungkiri bahwa perkembangan gadget saat ini telah mengalahkan realitas yang sesungguhnya dan menjadi trend baru bagi masyarakat. Dunia maya yang bersifat semu lebih dipercaya ketimbang kenyataan sehari-hari. Perbedaan antara yang nyata dan maya, yang asli dan palsu sangat tipis dan sulit dibedakan

Jikalau kita kembali mengingat mandat Tuhan untuk berelasi secara sosial, interaksi yang kita butuhkan sepanjang hidup sebagaimana yang Tuhan inginkan adalah interaksi yang membangun kasih, kepedulian, dan empati sosial, karena ketika kita dapat check in melalui gadget ke tempat yang megah dan glamour yang penuh dengan makanan enak, maka disaat yang sama ada juga beberapa saudara yang tinggal di kolong jembatan membutuhkan makanan dan membutuhkan empati kita untuk berbagi….atau saat kita kita merasa memiliki begitu banyak teman di jejaring sosial yang memberikan “LIKE” sesungguhnya hanya beberapa saja yang  ketika bertemu benar-benar peduli…. Perbedaan tentunya pasti kita rasakan ketika interaksi sosial terjadi secara langsung daripada hanya sebatas virtual dimana raut muka, bahasa tubuh, sentuhan, mungkin tidak bisa kita rasakan secara nyata.

Pada akhirnya kita harus bijaksana dalam menghadapi perkembangan jaman, di saat pembatas antara dunia nyata dan maya semakin menipis, dunia maya seharusnya mampu kita sikapi dengan bijak, dengan cara bijak dalam menggunakan gadget yang kita punya, bijak dalam menjaga privasi data, bijak menginspirasi melalui update status maupun tulisan-tulisan di blog kita, dan yang terpenting bijak dalam menggunakan waktu untuk membangun interaksi nyata yang menunjukkan kasih, kepedulian dan saling mendukung dalam komunitas kristen yang menunjukkan kasih kristus yang berdampak nyata bagi orang di sekitar bahkan dunia.

Seperti yang tertulis dalam Kolose 3:23 —-Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan1  dan bukan untuk manusia. Sehingga apapun yang kita perbuat didunia nyata dan dunia maya kita sadari itu semua dilakukan untuk Tuhan.

Saya akan menutup amanat pembina upacara hari ini dengan sebuah pesan  untuk  mengingatkan kita semua bahwa :

Kita tidak dapat meng-UPLOAD kasih

Kita Tidak dapat men-Download waktu

Kita tidak juga dapat meng_GOOGLING isi hati orang-orang disekitar kita.

Yang bisa kita lakukan adalah secara nyata mengasihi, menggunakan waktu untuk berinteraksi dengan sekeliling kita, dimana seharusnya kita MENGHIDUPI seluruh kehidupan kita

 

Salam, 

Deasi Saragih

upacara

 

 

 

 

 

Segarnya hot lemon tea pagi ini!

wekerPagi ini, bangun tidur migrain di kepala terasa sangat mengganggu. Saya pikir tidur 6 jam cukup untuk memenuhi kebutuhan tidur, dan tidak seharusnya migrain. Entahlah, apa karena salah posisi tidur atau karena AC di kamar yang suhunya terlalu rendah sampai membuat  migrain.

Yang jelas pagi ini kepala ini terasa berat. Sayangnya walau selimut terasa hangat untuk didekap, panggilan pekerjaan menunggu, harus segera bergegas dan menuju sekolah.  Murid saya sudah menunggu.

Datang lebih pagi ke sekolah memang enak, ada  suasana sepi dan masih ada waktu untuk membereskan meja kerja, saat pintu ruangan saya diketuk, seorang murid kelas 12 rupanya… “Miss ini ada titipan surat” dari alumni, kemarin Jumat ia datang, tapi tidak ketemu miss”. Dia menyodorkan sebuah bungkusan kecil, dengan amplop surat yang tertempel. Dengan tersenyum saya ucapkan terima kasih. Murid itupun bergegas pergi.

Pagi ini seperti biasa, saya membuat hot lemon tea sendiri, minuman kesukaan saya😀. Rasanya manis namun ada rasa asam dari lemonnya. Setelah mengambil waktu untuk berdoa, sambil menyerumput teh panas dan membuka e-mail coorporate dari computer kerja. Mata saya tertuju ke surat dan bingkisan kecil tadi. Ternyata surat ini dari alumni yang pernah jadi perwalian saya 10 tahun yang lalu! siswa dengan karakter polos dan tidak terlalu menonjol, siswa yang pernah menggambar menara Eiffel dan menuliskan bahwa ia harus menggantungkan cita-citanya lebih tinggi dari menara Eiffel..saya ingat, karena cukup terkesan dengan gambar yang dibuatnya, 10 tahun lalu.. Siswa angkatan pertama.

Setelah mengingat-ingat dan membuka file lama saya … ternyata gambarnya masih saya simpan! Seingat saya ia menggambarnya pada sesi wali kelas (semoga saya benar :D)

eifel

Mmmh 10 tahun yang lalu…

Saya buka bungkusan kecil itu, ternyata dia mengirimkan cookies (dia masih ingat saya suka cookies, hehe ge-er deh) sebuah merek yang lumayan, ahh pasti enak pikir saya.., Sayapun membuka stoplesnya dan mulai membaca suratnya.

surat mer

Tak menyangka pagi ini ada semangat baru yang menyelinap masuk dalam ruangan spirit terdalam saya, dalam suratnya ia mengatakan banyak hal baik, dan ia mengingat saya sebagai guru yang telah mendukungnya, seorang yang hadir dalam kehidupannya dan memberi warna utuk keberhasilannya. Senangnya🙂 Aiihh seketika migrain saya hilang!!

Menjadi guru memang mau tidak mau akan menanamkan banyak hal. Terutama hal-hal yang baik… dan kita tidak akan pernah tahu sampai kapan nasihat dan kebaikan yang pernah di tanamkan akan membuat murid  bisa berubah dan mengarahkannya pada sebuah passion hidupnya sendiri. Pagi ini terasa indah. Hot lemon tea ini terasa semakin segar.

lengkap

Rasanya manis, tapi ada rasa asamnya, namun tetap saja lebih dominan rasa manis dibanding asamnya. Mirip seperti kehidupan guru, Pada saat membimbing murid dengan banyak hal akan ditemui seperti rasa asam yaitu pada saat  siswa yang dihadapi adalah siswa yang “tidak mudah”, karena ada kalanya siswa yang dihadapi perlu lebih diarahkan, butuh usaha yang lebih kuat, menghabiskan banyak waktu🙂 , terkadang harus mengorbankan rasa di hati. Bukankah begitu para guru?  Namun, tak jarang pula melalui murid pulalah kita merasakan hal yang manis, saat punya kesempatan untuk masuk dalam hati dan kehidupannya, bukankah ini kesempatan terbaik yang diberikan sang pencipta?

lemon3

Saat bisa menyentuh kehidupan siswa, kita pun struggling dengan diri kita sendiri sebagai seorang pendidik. Siswa bertumbuh dan kitapun harus bertumbuh lebih lagi dalam kesabaran, kemurnian hati dan kemurnian akan panggilan hidup.

Lihat saja akan seberapa bahagia dan dan senangnya kita sebagai guru, begitu melihat seorang murid berhasil, bukan saja dalam pekerjaan, namun pada saat ia menemukan jalannnya sendiri, untuk hidupnya kedepan. Kita mungkin bukan pahlawan bagi banyak orang, namun setidaknya kita bisa berguna bagi siswa yang membutuhkan.

Dalam hati saya bersyukur, terima kasih  untuk cookies coklat yang enak sebagai teman breakfast hot lemon tea pagi ini, anakku…rasanya enak sekali, karena ada rasa syukur dan bahagia didalamnya.

set

Let’s Learn, Unlearn and Relearn

034b542403cd26ae19d531e0b1e27cc0

Di awal tahu ajaran baru, saya diberi kesempatan untuk membawakan renungan untuk guru, dan seperti biasanya akan selalu ada kebingungan, karena pertanyaan awal yang selalu terlintas di benak saya adalah sekiranya renungan apa yang pantas untuk dibagikan ya? yang sekiranya bisa menjadi berkat. 

Setelah memikirkannya beberapa hari, akhirnya saya memutuskan untuk membagikan sesuatu yang saya alami saja, yaitu mengenai perjalanan dengan beberapa rekan kerja untuk survei ke Kopeng guna kebutuhan mencari tempat untuk pelaksanaan kegiatan Live in Kelas 11 di bulan Oktober mendatang.

Perjalanan Jakarta-Kopeng  dilaksanakan tanggal 1-4 Agustus, ya..benar perjalanan yang bersamaan dengan arus mudik lebaran, karena memang itu waktu liburan yang bisa dimanfaatkan agar tidak mengganggu waktu mengajar.

Dengan mobil yang kendarai seorang teman, Pak Anton namanya. Jadilah kami berkumpul tanggal 1 Agustus di sekolah untuk memulai perjalanan kami. Mobil yang kami tumpangi adalah mobil baru, ya mobil yang cukup nyaman untuk menjadi “rumah” selama beberapa jam bagi kami, maklum situasi arus mudik pastilah akan membuat kami bertahan lama di dalam mobil. Berlima kami melakukan perjalanan tersebut dengan antusias, ya setidaknya kami akan menghirup udara Kopeng yang segar🙂

Arus mudik memperhadapkan kami akan situasi bahwa siapapun yang mengendarai mobil perlu dilengkapi dengan kemampuan mengendarai mobil yang mumpuni, apalagi bila mobil yang ditumpangi manual, bisa dibayangkan bagaimana pegalnya kaki?

d3b630901a86b25be18dc0e163de3f6f

Sepanjang perjalanan, saya memperhatikan Pak Anton bukan saja memiki Surat  Ijin Mengemudi,  namun mampu menyetir dengan baik dan menguasai “medan perjalanan” Jakarta – Kopeng. Setidaknya dalam perjalanan malam, dalam kegelapan dia bisa tetap konsentrasi dan pembawaannya tenang walau kita melewati tikungan tajam, yang terus terang beberapa tikungan tajam membuat hati saya ciut karena ada rasa takut.

download

Beliau tahu bagaimana memformulasikan kemampuan menyetir, stamina, dan penguasaan “medan  perjalananan” yang bukan hanya  lurus saja, namun juga melewati belokan-belokan tajam dan dalam kondisi malam yang gelap.

Yang mau saya sampaikan adalah bahwa kemampuan mengendarai mobil yang ada dalam diri pak Anton, merupakan sebuah USAHA, yang dimulai dari cara berpikir yang positif sehingga ia berani menyetir di perjalanan yang cukup panjang, ia menguasai “medan perjalanannya”, dalam hal ini lalu lintas jakarta – Kopeng.

Perjalanan ini menginspirasi saya untuk mengaitkannya  dengan keberadaan kita sebagai seorang guru.

Saya pikir setiap guru Guru juga memiliki tantangan serupa untuk menguasai “medan perjalanan” .

Sebagai seorang guru, tentulah kita pasti sudah memiliki ijazah, yaitu surat ijin untuk mengajar,  cukup pengalaman dan hati yang mau melayani siswa sebagai sumber daya manusia yang sangat berharga. Cukupkah itu?

Lalu apa yang menjadi “medan perjalanan” kita masing-masing?

  • Apakah kurikulum 2013?
  • Apakah metode belajar?
  • Apakah mengenai leadership?
  • Apakah  mengenai bagaimana menghadapi siswa perwalian? masing-masing kita punya “medan perjalanan”, baik bagi guru baru alias guru di tahun pertamanya, guru yang sudah lama mengajar atau guru yang masih mencari panggilan hidupnya /proses untuk menjadikan profesi guru sebagai tempat pengabdian

Belajar dari perjalanan Kopeng_Jakarta,  untuk menjadi fasih dalam menguasai “medan perjalanan”, dibutuhkan

  1. Learn : Proses belajar menjadi seorang guru akan terus berlangsung sepanjang hidup. Kita terus dituntut untuk mau belajar supaya pikiran dan mental juga terbentuk dan menjalani panggilan sebagai guru dengan seturut kehendak Tuhan.

Dengan pembaharuan budi, menjalani kehidupan yang penuh dengan anugerah Tuhan mendorong kita untuk mencari tahu apa yang menjadi kehendak Allah untuk bisa kita lakukan sebagai seorang guru sesuai dengan bagaimana Tuhan memanggil kita secara pribadi. Proses untuk terus mau belajar menandakan sebuah kehidupan yang terus bertumbuh.

images (77)

learning_quote_thumb

  1. Unlearn : Belajar melupakan dan meninggalkan hal yang kurang baik. Kita harus melepaskan apapun itu yang membuat kita lemah dalam memperbaharui pribadi kita, misalnya kita pernah menerima kritikan yang melemahkan pada saat kita berusaha menjadi seorang guru, misalnya kita pernah dikritik (apapun itu) sehingga membuat kita lemah, atau bahkan menganggap diri kita tidak mampu menjadi guru yang sesuai harapan. Dalam pembaharuan budi kita akan memandang kehidupan yang kita jalani saaat ini berdasarkan pola pikir Tuhan, salah satu hal yang akan terjadi adalah kita tidak hanya memikirkan apa yang bisa menguntungkan diri kita, melainkan kita juga memikirkan bagaimana kita bisa menjadi berkat bagi orang lain sesuai dengan karunia yang kita miliki. Perjalanan yang kita alami berbeda-beda, ada saatnya kita berada dalam kondisi baik, namun terkadang ada yang membuat kita tersandung dan terkadang kita lelap dalam keadaan yang membuat kita berhenti untuk belajar. Harus ada proses Unlearn.

Seingat saya keluarga kecil Pak Anton kecilnya mengalami kecelakaan dan salah satu anak perempuannya mengalami kecelakaan di kepala,  cukup parah, menyisakan trauma, namun Pak Anton belajar melupakan peristiwa yang akan melemahkannya, dan bangkit untuk melupakan, dan mengisi kembali dengan belajar ulang, menguasai emosi, tetap memakai kemampuannya untuk bisa digunakan untuk menjadi berkat oleh orang lain. Sehingga kecelakaan yang dialami keluarganya tidak disimpan terus sebagai sebuah trauma yang melemahka, namun sebagai pengingat akan kehati-hatian, dan bangkit untuk terus mau mencoba, dan tidak Stuck di permasalahan yang sama. Buktinya ia mampu mengendarai kendaraan kami dengan baik.

images (2)

  1. Relearn: Belajar untuk mempelajari kembali yaitu memperbaiki pengetahuan yang salah, meningkatkan skill, meluruskan pemahaman yang keliru,mengerti menjadi guru yang megajarkan mengenai moralitas dan berperilaku sesuai dengan nilai-nilai kebenaran, mengadopsi mengenai nilai-nilai baru dan menyaringnya sesuai dengan “penggaris” yaitu kebenaran Tuhan.

Proses ini memang tidak mudah dan akan berlangsung sangat panjang, Tuhan tetap menginginkan kita terus mengalami pembaharuan budi, mampu membedakan apa yang menjadi kehendak Allah, dalam hidup kita, sebagai seorang guru, sebagai pribadi yang tidak menyerah untuk mau terus belajar.

Wahh rasanya berat ya, apa yang saya sampaikan ini juga berlaku buat saya,  mahluk yang jauh dari sempurna. Namun Tuhan, sebagai sang pencipta menginginkan setiap manusia untuk terus mau belajar, memiliki cara pikir baru yang sesuai dengan FirmanNya, tahu bagaimana cara bertindak dan menangani hal-hal secara baru sesuai dengan proses pembaharuan budi, yaitu proses untuk Learn, Unlearn, dan Relearn, yaitu Mindset yang terus mau bertumbuh, sesuai dengan apa yang Tuhan mau, kerelaan untuk tunduk pada dengan kewibawaan Firman Tuhan.

download (1) future

Roma 12_2

Jangan biarkan waktu terbuang dengan percuma, jangan biarkan orang lain menghakimi kita terlalu lama dan kita larut terlalu lama, sebab proses kehidupan menyoal mengenai pertumbuhan. Pertumbuhan untuk terus menjadi pribadi yang lebih baik hari demi hari. Pertumbuhan untuk menjadi guru yang lebih baik.

images (4)

7 Hal Yang Perlu Dilakukan Oleh Guru Baru

Bagi setiap orang yang memiliki passion di dunia pendidikan dan suka mengajar tentulah sangat senang apabila bisa diterima sebagai seorang guru, terlebih apabila diterima di sebuah sekolah yang memang diidam-idamkan. Pasti senang! Pasti ingin menjadi best teacher !

File

Sebagai seorang guru yang cukup senior, setiap awal tahun dapat di pastikan ada beberapa guru baru yang akan datang ke saya untuk bertanya dan meminta pendapat tentang bagaimana menghadapi first day of school sekaligus bagaimana menunjukkan performa kerja yang sesuai dengan harapan sekolah sebagai institusi dan dapat diterima oleh lingkungan sekolah. Untuk inilah saya membuat tulisan ini, agar siapapun yang menjadi guru baru bisa membaca tulisan ini dan sedikitnya dapat mengurangi kecemasannya. Hanya ingin berbagi🙂

615_300_Teacher

Sebuah fakta yang harus dihadapi pertama kali adalah seorang guru baru akan berhadapan dengan sebuah lingkungan baru dengan kebiasaan dan norma-norma yang bisa saja berbeda dengan sekolah yang sebelumnya.

Apa saja yang akan dihadapi seorang guru baru ?

Hal yang pertama kali bisa menjadi sumber kebahagiaan sekaligus kecemasan seorang guru baru adalah first day of school atau bagaimana ia berdiri untuk pertama kali  di kelas sebagai wali kelas ataupun sebagai guru mata pelajaran. Saya yakin hampir seluruh guru baru mengkhawatirkan hari pertama itu karena pengalaman pertama di sekolah yang baru tentulah akan menciptakan kesenangan dan kecemasan sekaligus!

unduhan (29)

Kedua, hal yang sering sekali menjadi bahan pikiran adalah bagaimana bisa masuk ke lingkungan baru dengan rekan kerja yang secara karakter bervariasi. bagaimana bisa diterima dan berkolaborasi sehingga energi kerja bisa sinergis.

What_is_missing_for_back_to_school

Ketiga,  Hal yang paling menjadi beban beban bagi guru baru adalah setiap guru baru ingin sekali menunjukkan kreatifitas dalam belajar, ingin menunjukkan aktualisasi diri yang mencerminkan etos kerjanya dan ingin ditanggapi secara positif, yang pastinya nanti akan berpengaruh dalam penilaian kinerja.

images (73)

Bagaimana bisa menjadi guru baru yang baik  sesuai dengan harapan sekolah?

  1. Pelajari kebijakan yang ada di sekolah, seorang guru perlu memahami dengan baik aturan yang berlaku di sekolah. Perhatikan buku dan sosialisasi yang sudah di lakukan di awal masuk sekolah. Misalnya saja tugas-tugas sekolah yang diberikan selama satu tahun ajaran ke depan. Misalnya mengajar berapa sesi, kelas apa saja yang diajarkan, bagaimana untuk minta ijin sakit,  siapa yang menjadi rekan kerja seperti teman wali kelas, mentor, team leader, termasuk ruangan mana yang dijadikan pos kelas homeroom dan kelasnya sendiri bagi yang menerapkan moving class. Selain itu sangat penting untuk mempelajari bagaimana prosedur kelas yang secara umum ditetapkan oleh sekolah misalnya saja, bagaimana penanganan bila siswa telat, bila melakukan pelanggaran dan sebagainya. Ada beberapa hal yang memang tertulis di buku panduan kebijakan (teacher hand book) namun membangun komunikasi dengan guru yang sudah terlebih dahulu masuk juga merupakan alternatif baik agar bisa dengan cepat memahami budaya sekolah  yang baru di masuki.teacher-handbook-secondary
  2. Membiasakan diri dengan sekolah. Bila sekolah ukurannya tidak terlalu besar mungkin mudah untuk mengenal tata letaknya, namun apabila sekolah dengan ukuran yang besar dan memiliki banyak kelas yang mirip, sudah suatu keharusan untuk bisa menghapal tata letaknya. Di tempat saya bekerja ada beberapa guru yang muter-muter sampai kecapekan karena mereka kebingunngan sedang berada dilantai berapa🙂. Minimal guru harus tahu dimana letak toilet, kantin, health center, ruang guru dan TU.
    denah-sekolah
  3. Bangun komunikasi yang lebih intesif dengan mentor, patner atau sesama rekan satu tim. Ini bertujuan agar guru baru bisa terbimbing mengatasi pertanyan-pertanyaan yang muncul, dan bisa bertanya apabila mengalami kesulitan, ingat sesama anggota tim bisa saling memberi dukungan. Collaboratif skill dan social skill sangat dibutuhkan. Jangan terlalu arogan untuk menunjukkan kemampuan diri, karena bagaimanapun sebagai orang baru tentulah membutuhkan sebuah adaptasi cepat agar orang lain juga nyaman bisa menerima kehadiran seorang pribadi baru sebagai rekan kerja. 10376063_10203358909108884_625733727702096051_nimages (70)
  4. Bagi sekolah yang menerapkan moving class, tentulah guru mendapatkan sebuah pekerjaan tambahan yaitu harus mendekorasi kelas dengan kreatif dan menarik dalam menyambut first day of school. Persiapkanlah display kelas yang membangun semangat, hangat dan jangan lupa tempelkan ekspektasi positif sebagai seorang guru bagi siswa yang masuk dengan menempelkan poster atau quote yang menginspirasi. Jangan lupa visi, misi dan tema sekolah juga dipastikan ada di kelas.IMG_1646
  5. Mempersiapkan perlengkapan mengajar. Perlengkapan mengajar yang lengkap seperti administrasi seperti silabus satu semester, rancangan belajar di setiap pertemuan tentulah administrasi yang wajib yang perlu dipersiapkan. Buat saya pribadi yang penting dari administrasi ini adalah bahwa seorang guru bisa memahami materi ajar yang akan disampaikan dengan perencanaan yang baik, bukan sekedar kertas-kertas namun bagaimana menunjukkan ke siswa bahwa persiapan kelasnya dilakukan dengan baik dan sepenuh hati oleh guru, karena kesan ini akan dinilai oleh siswa yang datang ke kelas dan mereka bisa menilai apa saja hal yang akan dilakukan bersama-sama disepanjang semester.1LearningContract
  6. Berusahalah selalu datang minimal 15 menit sebelum jam resmi yang ditetapkan oleh sekolah, karena seorang guru baru membutuhkan ketenangan, persiapan dan penampilan yang menarik, Siswa akan lebih memperhatikan para guru baru dibanding dengan guru yang sudah lama mereka kenal. Siswa akan melihat penampilan dari ujung rambut ke ujung kaki. Tidak percaya? coba saja! di awal masuk sekolah siswa akan sangat excited  untuk mengetahui bagaimana guru baru mereka. Jangan lupa banyak senyum ya (bukan berlebihan loh,,,) dan pastikan apa yang dipakai terlihat rapi dan menarik.
  7. Sambutlah siswa dengan baik, dengan senyum dan jangan lupa sudah membaca terlebih dulu nama-nama mereka supaya bila mereka dipanggil namanya guru baru bisa lebih cepat mengingat. Di beberapa sekolah ada beberapa budaya sekolah yang dibangun seperti menyambut siswa di pintu dengan masuk kelas atau menaruh surat di meja siswa sebagai tanda penyambutan yang hangat. Yah masing-masing sekolah memiliki budaya yang berbeda-beda silahkan calon guru mempelajari sesuai dengan keadaan yang ada. Slide1Bila terlalu banyak yang harus dikerjakan karena berbeda dengan sekolah sebelumnya maka tidak ada salahnya untuk menuliskan seluruh list pekerjaaan yang jadi “target”,  agar tidak ada satupun yang terluput. Ingat  kesan pertama akan menentukan respon siswa selanjutnya, tampilah dengan percaya diri, be your self, penuh kasih namun bila terlihat tegas juga. Patikan siswa akan merasakan kehangatan hati gurunya.

 

 

 7f867989cbc0fc335feaaa4f1aa8f38a

Wah susah-susah gampang ya🙂, jangan kuatir dukungan dari teman-teman pasti akan dirasakan oleh para guru baru, ingat belajar itu memang harus !

 

Selamat mempersiapkan diri bagi ;para guru baru🙂

Microteaching, Tantangan Yang Harus Dikalahkan Calon Guru

Tahun ajaran baru telah tiba, ini berarti sekolah akan mempersiapkan banyak hal untuk menyambut siswa dengan berbagai segala perencanaan. Hal yang menarik adalah bagaimana persiapan untuk memperlengkapi para guru dengan berbagai seminar, workshop dan sosialisasi aturan yang akan menjadi “penggaris” bagi setiap guru dan staff dalam menghidupi visi dan misi sekolah dengan etos kerjanya.

ta

Nah, satu pekerjaan rumah yang juga perlu dipersiapkan oleh sekolah adalah memenuhi kebutuhan akan guru, bila siswa semakin bertambah banyak, tentulah sekolah akan membuka lowongan untuk recruitment for new teachers.

cropped-welcome

Tahun ini saya sangat bersyukur karena dilibatkan dalam recruitment guru baru, karena ini berarti ada kesempatan saya untuk belajar sesuatu yang baru, belajar untuk seobjektif mungkin memberikan penilaian kepada guru. Heheheh biasanyakan memberi penilaian ke siswa🙂, dan tersenyum sendiri apabila kekurangan yang ditunjukkan para calon guru baru, karena  bisa jadi kekurangan guru baru juga merupakan kekurangan yang dimiliki oleh guru yang sudah berkecimpung lama di dunia pendidikan, ya reflektif lah.. Maklum semakin lama menjadi guru, terkadang kita perlu untuk membersihkan “karat” akibat terlalu lama di posisi yang sama.

Seorang  calon guru biasanya akan mendapatkan kesempatan 45 menit sampai 2X45 menit untuk microteaching dihadapan kepala sekolah, wakil kepala sekolah, curriculum coordinator, team leader /guru yang expert dibidangnya, dan tentu saja keseluruhan siswa yang ada di kelas. Dalam waktu yang singkat form penilaian akan diisi dan sang guru baru akan diberi kesempatan seluas-luasnya untuk mengembangkan materi ajar yang sudah dipersiapkan sebelumnya untuk disampaikan.

schoolbest-teacher-slatesc1002166x2176620

Apa saja yang perlu dipersiapkan calon guru ?

Kesempatan 45 menit sampai 2 X 45 menit merupakan sebuah tantangan untuk menunjukkan skill yang dimiliki, memperlihatkan gambaran keindahan kepribadian yang dimiliki, dan terlebih menunjukkan semangat sebagai manager kelas dan  sebagai role model.

ea18e9440c96fb2da5dda647e4a8f8a0

Hal ini tentu saja bukan hal yang mudah. Bayangkan saja Lamaran dan CV yang sudah ada di tangan HRD dan kepala sekolah dengan segala track record didalamnya, perlu divisualisasikan dalam waktu singkat sehingga seluruh pihak bisa mendapatkan “pesona” guru baru untuk bisa menemukan apakah guru tersebut memiliki syarat yang sudah ditetapkan oleh sekolah atau memenuhi kualifikasi yang ditetapkan.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh para calon guru baru :

  • Mempelajari visi dan misi sekolah, agar tahu secara jelas apakah visi dan misi pribadi bisa sejalan apa tidak dengan sekolah. Calon guru harus memahami hal ini sebagai sebuah pekerjaan yang akan dijalani dengan maksimal yaitu pekerjaan yang memang sejalan dengan visi hidup pribadi. Mempersiapkan diri dengan bertanya lebih mendalam materi yang diminta dalam micro teaching. Tak perlu sungkan apabila ada yang tidak jelas. Terkadang calon guru sungkan bertanya lebih jauh, padahal calon guru berhak untuk bertanya mengenai tujuan pembelajaran umum dan indikator pembelajaran yang ingin dicapai, jadi tidak hanya judul besar bab atau temanya saja.
  • quote-the-only-thing-worse-than-being-blind-is-having-sight-but-no-vision-helen-keller-99947Merancang Lesson plan, menyiapkan media belajar kreatif yang melibatkan siswa atau students center, dan tentu saja bertanya sekiranya fasilitas teknologi apa yang dimiliki oleh sekolah yang bisa support dalam micro teaching. Sering kali terjadi calon guru “pede” sekali mempersiapkan media presentasi ataupun video namun disimpan dalam prohram yang tak umum, yang terjadi adalah video tidak bisa diputar atau bahan presentasi tidak bisa dibuka. Untuk hal kecil ini perlu diperhatikan karena akan memecah konsentrasi dan cukup menganggu berlangsungnya micro teaching.
  • lessonplannerBerani bertanya mengenai kelas berapa yang diajarkan, berapa jumlahnya siswanya, sesi keberapa akan micro teaching, apakah sebelum break atau sesudah break ? saya rasa itu penting ,agar setidaknya tahu dan membekali diri dengan membaca pendekatan psikologis untuk kelas yang dihadapi, setidaknya siap mental dengan gambaran siswanya bila ada yang bertanya, nyeletuk sehingga siap diri untuk menunjukkan kemampuan classrroom management yang mumpuni.images (57)
  • Sebelum masuk ruangan mengajar biasanya calon guru akan bertemu dengan kepala sekolah terlebih dahulu, jangan lupa dengan sopan bertanyalah mengenai aspek-aspek apa yang akan menjadi penilaian sekolah, sebab biasanya sekolah memiliki rubriks penilaian yang berbeda-beda. Hal ini terkadang luput ditanya oleh calon guru, padahal bila di form penilaian ada bagian untuk menilai penggunaan bahasa inggris atau penilaian mengenai tulisan kadang calon guru tidak memperhatikan hal tersebut dan tentu saja akan mengurangi performa yang ditunjukkan. Bila sudah tahu hal-hal apa yang menjadi penilaian, maka mudah untuk mengarahkan diri memenuhi ekspektasi yang diharapkan. images (59)
  • Berpenampilan yang rapi dan menarik, ya bolehlah berdandan asalkan jangan berlebihan. Ingat kesan pertama di dapat oleh seluruh yang hadir melalui penampilan yang ditunjukkan oleh calon guru. Jangan lupa senyum untuk menunjukkan adanya kesiapan menghadapi microteaching dan yang penting rasa relaks untuk diri sendiri. Ini mungkin yang paling penting, berdoalah sebelum memulai tantangan ini, karna segala sesuatu saya yakin tidak ada yang kebetulan, maka bila calon guru diterima atau ditolak pastilah ini akan menjadi rambu-rambu bagi penyusunan rencana hidup selanjutnya.

Teacher Pointing at Map of World ca. 2002

  • Perencanaan yang baik pada persiapan microteaching memang mutlak dilakukan, karena perencanaan yang baik setidaknya sudah menyelesaikan 90 % gambaran mengenai apa yang berlangsung di kelas yang akan diajarkan.  Lalu setelah proses microteaching selesai apakah itu berarti selesai sudah semuanya dan tinggal menunggu respon selanjutnya?

Proses Setelah Microteaching

Setelah microteaching calon guru perlu untuk berdiskusi kembali dengan kepala sekolah untuk mengetahui penilaian. Disini mind set calon guru perlu dibangun bahwa feed back yang diberikan sangat berguna untuk meng-encourage  profesionalitas sebagai guru. Diskusi mengenai kekurangan dan kelebihan yang dimiliki sebenarnya bukan saja berguna ketika diterima sebagai guru namun juga bila tidak diterima, bukankah masukan dari orang yang tidak terlalu mengenal kita terkadang lebih kritis dan objektif. Jadi Open mindedlah🙂

unduhan (27)

images (62)

Semoga tulisan ini bermanfaat bagi yang ingin melamar kerja sebagai guru ya🙂, Selamat mempersiapkan diri dengan sebaik mungkin.

do-your-best

 images (68)

Kepedulian Sosial, Pesan untuk berbagi :)

Menjadi pembina upacara memang merupakan sebuah kesempatan untuk bisa menyampaikan apa yang menjadi pemikiran kita untuk siswa, kesempatan 10-15 menit perlu dimanfaatkan sebaik mungkin agar siswa bisa menangkap pesan yang disampaikan.

Ini merupakan kesempatan pertama saya menjadi pembina upacara, sebagai dokumentasi maka saya post di blog dan ditambahkan dengan beberapa gambar supaya bisa terlihat lebih menarik tampilannya. Semoga bisa menjadi sumber bacaan bagi yang mendapatkan tugas serupa🙂

Amanat pembina Upacara, 8 April 2014

Yang saya hormati : Principal Junior dan Senior School, Guru, Staf Junior dan Senior School, serta seluruh siswa-siswa yang saya kasihi.

Puji syukur kepada Tuhan  atas anugerahNya yang begitu besar melimpah kepada kita semua, sehingga kita dimampukan melaksanakan upacara pagi hari ini.

Kami mengucapkan terimakasih kepada seluruh siswa yang telah mempersiapkan diri untuk dapat menjalankan tugas sebagai petugas upacara sehingga upacara dapat berlangsung dengan baik.

Tema yang diangkat hari ini adalah mengenai kepedulian sosial.

kepedulian

Saat ini kita bisa melihat bahwa kepedulian sosial di jaman modern ini terasa sangat rendah. Kita cenderung untuk lebih suka memilih fokus terhadap diri sendiri sehingga melupakan orang lain dan lingkungan kita.

doncare

Sebagai contoh seandainya teman kita tertimpa sebuah musibah, adakah kita sebagai sebuah komunitas cepat dalam memberikan bantuan?  Masih lekat dalam ingatan saya pada waktu sebagian besar wilayah Jakarta Barat terkena banjir, beberapa teman kita di sekolah ini juga terkena musibah. Kita semua membahas informasi yang berkaitan dengan banjir melalui sosial media, koran, tv  dan media lainnya, sehingga issue mengenai banjir merupakan trending topic dan sebuah bahasan yang menarik dalam percakapan dimanapun, dan selanjutnya kita bisa melihat banyak sekali pesan-pesan melalui sosial media, televisi dan media lainnya yang meminta pertolongan untuk sesegera mungkin ada bantuan untuk mengirim makanan, pakaian ataupun keperluan  lainnya bagi para korban banjir. Namun pertanyaannya sejauh manakah kita menyikapi informasi tersebut dan mengulurkan tangan dalam menanggapi masalah yang terjadi.

mlk-doing-for-others-e1361218441364

Seandainya hal itu kita sendiri yang mengalami, bukanlah kita juga pasti akan mengharapkan orang lain menolong dan membantu kita juga? kita mengharapkan orang lain memahami apa yang kita rasakan  dan MAU memberikan pertolongan.

Firman Tuhan dalam Ibrani 10:24 mengatakan marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik. Ini berarti ada sebuah kerinduan bahwa Tuhan menginginkan agar kita saling memperhatikan, saling peduli satu dengan yang lain, peduli terhadap orang lain dan lingkungan.  Lalu apa sebenarnya kepedulian sosial itu?

photo_volunteers (1)

Kepedulian sosial adalah minat atau ketertarikan kita untuk membantu orang lain. Membantu orang lain bukanlah pekerjaan yang sulit namun juga bukan hal yang mudah, karena kita perlu melatih diri untuk terbiasa.

Ada 3 hal yang diperlukan untuk dapat belajar dan melatih membentuk sikap kepedulian sosial yaitu :  3M

M yang pertama : Menyadari bahwa kita adalah mahluk sosial, mahluk ciptaan Tuhan dengan naluri gregariousness yaitu naluri untuk hidup bersama dengan manusia lainnya, saling membutuhkan, ingin diakui, diperhatikan dan dikasihi oleh sesamanya.

M yang kedua : Memperhatikan kesulitan atau kesusahan orang lain. Sikap memiliki kepekaan akan kesulitan yang dialami orang lain merupakan sebuah sikap yang penuh dengan kasih, karena sudah keluar dari egoisme yang mementingkan diri sendiri.

M yang ketiga : Melatih Empati, yaitu kemampuan untuk mengetahui apa yang orang lain rasakan dan pikirkan yang dilandasi oleh kepedulian. Empati terbentuk karena sikap hati, sebuah kualitas yang menunjukkan adanya rasa iba dan kasih sayang untuk orang lain.

 images (54)

Apa yang bisa kita lakukan dalam melatih kepedulian sosial, bisa dimulai dengan hal-hal kecil  yang kita mulai dalam  lingkungan sekolah seperti : memberi bantuan bagi teman yang sakit dan tertinggal pelajaran, membagi makanan yang kita punya pada teman/orang yang membutuhkan, tidak menginjak lantai yang baru saja di dibersihkan dan masih basah dengan seenaknya, peduli dan memberi semangat bagi teman yang sedang mengalami masalah, menjadi teman yang baik pada saat teman tersebut membutuhkan bantuan, rutin melakukan CCS, dan masih banyak lagi yang lainnya.

Memiliki 3M seperti di atas memang tidak mudah, namun juga bukan merupakan hal yang sulit, karena kepedulian sosial bisa dilatih dan dimulai melalui kebiasaan-kebiasaan yang baik. Kebiasaan yang sederhana untuk melakukan perkerjaan yang baik bukan hanya untuk diri sendiri namun juga untuk orang lain.

 Terakhir saya mau mengutip sebuah kata-kata bijak :

Never Stop doing little things for others,

Sometimes, those little things occupy the biggest part of their heart

images (52)

Quotation-Lewis-Carroll-secrets-life-love-Meetville-Quotes-272821

Saya mengajak kita semua untuk mau belajar peduli kepada orang lain, sama-sama belajar , sama seperti apa yang dikatakan Tuhan yesus dalam matius 7 : 14

Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.

Tuhan Yesus Memberkati