Support Buddy, Sahabat Yang Saling Memberi Semangat Belajar

536629_3404130298244_1297787739_n

 Sumber : Dokumen pribadi

Tahun ini saya diberi tugas sebagai wali kelas 12 IPS dengan jumlah siswa 26, sendirian. Ya.. tugas sebagai wali kelas pastilah akan membutuhkan keleluasaan hati dalam menghadapi siswa di akhir tahun ajaran nanti. Mmmhh.. memang mengurus 26 siswa pastilah sangat sibuk karena sekolah juga menginginkan semua siswa dapat tertangani dengan baik dari segi akademik maupun dari segi pembinaan karakter dan sikap siswa.

Tahun ini memang merupakan tahun yang sangat menantang, karena disisi yang lain saya mengajar mata pelajaran Sosiologi untuk semua tingkat SMA, mengurusi siswa 26 tanpa patner (sebagian besar tiap kelas dipegang oleh dua orang wali kelas), mengajar keseluruhan level sekaligus menjadi patner dengan 12 rekan guru lainnya😀. Terbayang kan betapa sibuknya semester ini? Yahh selagi ada kesempatan untuk belajar leadership, saya pikir hal ini memang harus jalani dengan semangat…

Di semester dua ini, kami semua akan bersiap untuk manghadapi Ujian Nasional. Terlepas dari adanya keberatan hati saya akan UN, tetap saja seorang wali kelas harus memberikan motivasi dan pandangan positif kepada siswa saya semua bahwa UN ibarat gerbang yang harus dilalui untuk menyelesaikan “pertandingan” dan segera melangkah ke tingkat selanjutnya yang lebih tinggi.

Masalahnya, bila saya perhatikan komposisi siswa, belum semua siswa memiliki semangat dan daya juang yang sama untuk memulai rangkaian persiapan TO dan keseluruhan persiapan UN semester ini. Masih saja ditemukan beberapa siswa yang belum menunjukkan semangat belajar, belum ada kesadaran untuk mempersiapkan diri dan sebagainya. Kondisi ini mendorong perlunya dipikirkan strategi yang sesuai kondisi ini😀. Sebagai wali kelas ada keterbatasan untuk mengamati perkembangan siswa, dan mereka tidak harus mendengarkan motivasi wali kelasnya yang setiap pagi. Harus ada cara yang lebih efektif ! motivasi yang bisa membangun yang juga berasal dari mereka.

Syukurlah, ingatan saya melayang untuk kembali mengingat strategi belajar yang pernah diterapkan di angkatan kelas 12 dua tahun sebelumnya yang memiliki kondisi yang hampir mirip. Hal yang saya lakukan :

Pertama, melihat peta kekuatan kelas dan memperhatikan keseimbangan kemampuan siswa terutama dari segi kognitif dan semangat belajar.

Kedua, memasangkan siswa yang memiliki semangat belajar tinggi dengan yang siswa yang tergolong biasa saja, atau memasangkan yang semangat belajarnya seimbang, dengan tetap mempertimbangkan kemampuan kognitif.

Ketiga, memberi pengertian kepada mereka bahwa ini dilakukan dengan alasan bahwa kami akan membentuk tim belajar yang saling support satu dengan yang lain.

Keempat, akhirnya saya katakan kepada mereka bahwa mereka yang sudah dipasangkan dalam belajar kami sebut sebagai Support Buddy, yaitu teman yang akan menjadi sahabat untuk saling mengingatkan, belajar bersama, dan melengkapi kekurangan masing-masing dalam belajar.

Kelima, bila temannya mendapatkan nilai yang di bawah target KKM atau nilai yang memang sudah di tentukan guru, maka temannya tersebut akan terkena evaluasi dari wali kelas. Sehingga kerjasama dua pihak diharapkan sinergis, saling melengkapi.

Seluruh siswa dengan baik, tidak ada satupun yang menolak atau bergunjing mengenai temannya karena tidak merasa cocok (kepekaan guru dalam memasangkan siswa memang harus teliti), semua saling menerima satu sama lain.

Sepertinya di masa terakhir mereka di SMA membuat mereka menyadari bahwa ini adalah momentum untuk menjalin persahabatan dengan mengedepankan tujuan tercapainya goals setting yang sudah mereka buat di awal semester dua :D dan itu menyangkut rencana hidup mereka selanjutnya untuk menyelesaikan SMA dan siap masuk jenjang pendidikan selanjutnya yang lebih tinggi.

Dua minggu sudah strategi ini berjalan, dan sepertinya berjalan dengan baik, karena bila ada yang tidak bisa bekerjasama atau melakukan hal yang kurang baik akan langsung datang dan mengadu sama saya “ Miss, dia hari ini ngobrol terus di kelas matematika, latihan soal tidak dikerjakan” atau ada juga yang melapor “ Miss, keren loh dia hari ini latihan soal Geografi dapat 90, semangat belajar dia miss sekarang….saya jadi belajar deh sama dia..” . Sang Support Body memberi laporan :D

Laporan seperti ini terus terang membantu saya sebagai wali kelas untuk dapat mengontrol kondisi belajarnya masing-masing siswa, dan yang terpenting masing-masing mersa memiliki teman yang akan saling mendukung secara kongkrit. Semoga dengan salah satu strategi ini mereka bisa mempersiapkan diri dengan baik terlepas pro dan kontra dari pelaksanaan UN :D

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s