Microteaching, Tantangan Yang Harus Dikalahkan Calon Guru

Tahun ajaran baru telah tiba, ini berarti sekolah akan mempersiapkan banyak hal untuk menyambut siswa dengan berbagai segala perencanaan. Hal yang menarik adalah bagaimana persiapan untuk memperlengkapi para guru dengan berbagai seminar, workshop dan sosialisasi aturan yang akan menjadi “penggaris” bagi setiap guru dan staff dalam menghidupi visi dan misi sekolah dengan etos kerjanya.

ta

Nah, satu pekerjaan rumah yang juga perlu dipersiapkan oleh sekolah adalah memenuhi kebutuhan akan guru, bila siswa semakin bertambah banyak, tentulah sekolah akan membuka lowongan untuk recruitment for new teachers.

cropped-welcome

Tahun ini saya sangat bersyukur karena dilibatkan dalam recruitment guru baru, karena ini berarti ada kesempatan saya untuk belajar sesuatu yang baru, belajar untuk seobjektif mungkin memberikan penilaian kepada guru. Heheheh biasanyakan memberi penilaian ke siswa🙂, dan tersenyum sendiri apabila kekurangan yang ditunjukkan para calon guru baru, karena  bisa jadi kekurangan guru baru juga merupakan kekurangan yang dimiliki oleh guru yang sudah berkecimpung lama di dunia pendidikan, ya reflektif lah.. Maklum semakin lama menjadi guru, terkadang kita perlu untuk membersihkan “karat” akibat terlalu lama di posisi yang sama.

Seorang  calon guru biasanya akan mendapatkan kesempatan 45 menit sampai 2X45 menit untuk microteaching dihadapan kepala sekolah, wakil kepala sekolah, curriculum coordinator, team leader /guru yang expert dibidangnya, dan tentu saja keseluruhan siswa yang ada di kelas. Dalam waktu yang singkat form penilaian akan diisi dan sang guru baru akan diberi kesempatan seluas-luasnya untuk mengembangkan materi ajar yang sudah dipersiapkan sebelumnya untuk disampaikan.

schoolbest-teacher-slatesc1002166x2176620

Apa saja yang perlu dipersiapkan calon guru ?

Kesempatan 45 menit sampai 2 X 45 menit merupakan sebuah tantangan untuk menunjukkan skill yang dimiliki, memperlihatkan gambaran keindahan kepribadian yang dimiliki, dan terlebih menunjukkan semangat sebagai manager kelas dan  sebagai role model.

ea18e9440c96fb2da5dda647e4a8f8a0

Hal ini tentu saja bukan hal yang mudah. Bayangkan saja Lamaran dan CV yang sudah ada di tangan HRD dan kepala sekolah dengan segala track record didalamnya, perlu divisualisasikan dalam waktu singkat sehingga seluruh pihak bisa mendapatkan “pesona” guru baru untuk bisa menemukan apakah guru tersebut memiliki syarat yang sudah ditetapkan oleh sekolah atau memenuhi kualifikasi yang ditetapkan.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh para calon guru baru :

  • Mempelajari visi dan misi sekolah, agar tahu secara jelas apakah visi dan misi pribadi bisa sejalan apa tidak dengan sekolah. Calon guru harus memahami hal ini sebagai sebuah pekerjaan yang akan dijalani dengan maksimal yaitu pekerjaan yang memang sejalan dengan visi hidup pribadi. Mempersiapkan diri dengan bertanya lebih mendalam materi yang diminta dalam micro teaching. Tak perlu sungkan apabila ada yang tidak jelas. Terkadang calon guru sungkan bertanya lebih jauh, padahal calon guru berhak untuk bertanya mengenai tujuan pembelajaran umum dan indikator pembelajaran yang ingin dicapai, jadi tidak hanya judul besar bab atau temanya saja.
  • quote-the-only-thing-worse-than-being-blind-is-having-sight-but-no-vision-helen-keller-99947Merancang Lesson plan, menyiapkan media belajar kreatif yang melibatkan siswa atau students center, dan tentu saja bertanya sekiranya fasilitas teknologi apa yang dimiliki oleh sekolah yang bisa support dalam micro teaching. Sering kali terjadi calon guru “pede” sekali mempersiapkan media presentasi ataupun video namun disimpan dalam prohram yang tak umum, yang terjadi adalah video tidak bisa diputar atau bahan presentasi tidak bisa dibuka. Untuk hal kecil ini perlu diperhatikan karena akan memecah konsentrasi dan cukup menganggu berlangsungnya micro teaching.
  • lessonplannerBerani bertanya mengenai kelas berapa yang diajarkan, berapa jumlahnya siswanya, sesi keberapa akan micro teaching, apakah sebelum break atau sesudah break ? saya rasa itu penting ,agar setidaknya tahu dan membekali diri dengan membaca pendekatan psikologis untuk kelas yang dihadapi, setidaknya siap mental dengan gambaran siswanya bila ada yang bertanya, nyeletuk sehingga siap diri untuk menunjukkan kemampuan classrroom management yang mumpuni.images (57)
  • Sebelum masuk ruangan mengajar biasanya calon guru akan bertemu dengan kepala sekolah terlebih dahulu, jangan lupa dengan sopan bertanyalah mengenai aspek-aspek apa yang akan menjadi penilaian sekolah, sebab biasanya sekolah memiliki rubriks penilaian yang berbeda-beda. Hal ini terkadang luput ditanya oleh calon guru, padahal bila di form penilaian ada bagian untuk menilai penggunaan bahasa inggris atau penilaian mengenai tulisan kadang calon guru tidak memperhatikan hal tersebut dan tentu saja akan mengurangi performa yang ditunjukkan. Bila sudah tahu hal-hal apa yang menjadi penilaian, maka mudah untuk mengarahkan diri memenuhi ekspektasi yang diharapkan. images (59)
  • Berpenampilan yang rapi dan menarik, ya bolehlah berdandan asalkan jangan berlebihan. Ingat kesan pertama di dapat oleh seluruh yang hadir melalui penampilan yang ditunjukkan oleh calon guru. Jangan lupa senyum untuk menunjukkan adanya kesiapan menghadapi microteaching dan yang penting rasa relaks untuk diri sendiri. Ini mungkin yang paling penting, berdoalah sebelum memulai tantangan ini, karna segala sesuatu saya yakin tidak ada yang kebetulan, maka bila calon guru diterima atau ditolak pastilah ini akan menjadi rambu-rambu bagi penyusunan rencana hidup selanjutnya.

Teacher Pointing at Map of World ca. 2002

  • Perencanaan yang baik pada persiapan microteaching memang mutlak dilakukan, karena perencanaan yang baik setidaknya sudah menyelesaikan 90 % gambaran mengenai apa yang berlangsung di kelas yang akan diajarkan.  Lalu setelah proses microteaching selesai apakah itu berarti selesai sudah semuanya dan tinggal menunggu respon selanjutnya?

Proses Setelah Microteaching

Setelah microteaching calon guru perlu untuk berdiskusi kembali dengan kepala sekolah untuk mengetahui penilaian. Disini mind set calon guru perlu dibangun bahwa feed back yang diberikan sangat berguna untuk meng-encourage  profesionalitas sebagai guru. Diskusi mengenai kekurangan dan kelebihan yang dimiliki sebenarnya bukan saja berguna ketika diterima sebagai guru namun juga bila tidak diterima, bukankah masukan dari orang yang tidak terlalu mengenal kita terkadang lebih kritis dan objektif. Jadi Open mindedlah🙂

unduhan (27)

images (62)

Semoga tulisan ini bermanfaat bagi yang ingin melamar kerja sebagai guru ya🙂, Selamat mempersiapkan diri dengan sebaik mungkin.

do-your-best

 images (68)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s