Kita Hidup di Dunia Nyata, Bukan Dunia Maya

Awalnya tidak ada niat posting di blog🙂, namun karena ada seorang siswa yang memiliki masalah pendengaran dan kebetulan alatnya bermasalah, sementara ia meminta dan ingin tahu amanat yang saya sampaikan , akhirnya saya putuskan untuk memposting supaya bisa dibaca. Semoga berguna. 

Yang saya hormati Kepala Senior School, para guru dan staff, serta seluruh siswa yang saya kasihi, Selamat pagi. Pertama-tama saya mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi untuk seluruh guru dan siswa yang sudah terlibat dalam mempersiapkan upacara hari ini, sehingga upacara dapat berlangsung dengan baik…

Hari ini saya diminta untuk memberikan amanat Pembina upacara dengan tema kita hidup di dunia nyata dan bukan dunia maya.

Dunia nyata bicara mengenai lingkungan dimana kita hidup, yang menggambarkan hal-hal yang benar-benar ada, yaitu mengenai kenyataan dan realitas hidup yang sesungguhnya. Sedangkan  Dunia maya adalah dunia yang terbentuk melalui media elektronik dalam  jaringan komunikasi  online,  yang merupakan integrasi dari berbagai peralatan teknologi komunikasi computer dan internet yang tersebar di seluruh dunia secara interaktif.

Fakta yang ada di era digital saat ini menunjukkan bahwa teknologi terus berkembang dan berinovasi, sehingga internet mengubah banyak kehidupan manusia dan perkembangan Teknologi tidak bisa dibendung, suka atau tidak,  perkembangannya akan semakin pesat.  Berdasarkan infografis  masyarakat Indonesia mengakses internet melaui gadget untuk kepentingan mencari informasi, mencari produk atau bertransaksi online, sehingga membawa kita untuk belanja melalui Zalora, Lazada, memesan layanan transportasi seperti gojek, grab car, atau sekedar bersosialisasi dan berinteraksi ala dunia maya melalui jejaring sosial media untuk seperti FB, twitter, instagram, path, MeetUp, Google Plus agar dapat terhubung dan berinteraksi dengan orang lain. 

Perkembangan teknologi inilah menunjukkan bahwa batas antara dunia nyata dan dunia maya semakin tipis, bahkan tak berbatas.   

Ya, Kebutuhan dasar manusia adalah hasrat untuk berinteraksi dengan orang lain, dan saat ini, banyak orang membangun sebuah interaksi di dunia maya, dimana interaksi tersebut  terjadi melalui gadget yang kita miliki mulai dari smartphonetablet ataupun laptop yang kita punya, Dan apabila  kita amati di berbagai tempat mulai dari sekolah, kantor, mall sampai kendaraan umum, begitu banyak orang disibukkan dengan gadget-gadget menjadi magnet yang sangat menarik, sehingga berkomunikasi melalui dunia maya menjadi kewajiban setiap hari dan bisa menghabiskan waktu berjam-jam yang akhirnya membawa konsekuensi bahwa Interaksi dalam nyata antar manusia  semakin hari semakin berkurang.

Saat ini bisa dikatakan hampir semua orang menggunakan gadget, gadget memungkinkan kita berhubungan dengan jutaan orang di berbagai belahan dunia, bahkan yang tidak kita kenal sekalipun. Dengan gadget, interaksi sosial yang pada awalnya harus bertatap muka sekarang tidak harus bertatap muka. Interaksi antar manusia pun kini secara perlahan tergantikan dengan interaksi manusia dengan gadget. Banyak orang yang lebih asyik dengan gadgetnya ketimbang berinteraksi dengan lingkungan sosial di sekitarnya. Orang lebih suka mencari teman di media sosial ketimbang berkenalan dengan teman satu bangku di kendaraan umum atau dengan tetangga baru. Terkadang kita berada dalam satu ruangan yang sama namun tidak terlibat dalam sebuah pembicaraan, semua sibuk dengan gadget masing-masing. Asyik dengan dunianya sendiri. Teman-teman di jejaring sosial pun nampak lebih dekat dan nyata dibanding keberadaan saudara ataupun tetangga kita sendiri. Orang kemudian menjadi begitu terobsesi dengan dunia maya dan menarik diri dari lingkungan sosialnya. Hal inilah yang kemudian menimbulkan berbagai gangguan kepribadian seperti sikap menyendiri, antisosial, cenderung tidak peka dengan kebutuhan orang sekitar, individualistis dan lain-lain.

Saya akan ajak kita semua berefleksi, Coba kita ingat berapa sering kita berinteraksi dengan tetangga sebelah rumah? Coba ingat-ingat kapan terakhir kali ngobrol dengan tetangga belakang rumah? kapan terakhir berbicara hati kehati secara tatap muka dengan papa dan mama tanpa menggunakan gadget?

Tidak dapat dipungkiri bahwa perkembangan gadget saat ini telah mengalahkan realitas yang sesungguhnya dan menjadi trend baru bagi masyarakat. Dunia maya yang bersifat semu lebih dipercaya ketimbang kenyataan sehari-hari. Perbedaan antara yang nyata dan maya, yang asli dan palsu sangat tipis dan sulit dibedakan

Jikalau kita kembali mengingat mandat Tuhan untuk berelasi secara sosial, interaksi yang kita butuhkan sepanjang hidup sebagaimana yang Tuhan inginkan adalah interaksi yang membangun kasih, kepedulian, dan empati sosial, karena ketika kita dapat check in melalui gadget ke tempat yang megah dan glamour yang penuh dengan makanan enak, maka disaat yang sama ada juga beberapa saudara yang tinggal di kolong jembatan membutuhkan makanan dan membutuhkan empati kita untuk berbagi….atau saat kita kita merasa memiliki begitu banyak teman di jejaring sosial yang memberikan “LIKE” sesungguhnya hanya beberapa saja yang  ketika bertemu benar-benar peduli…. Perbedaan tentunya pasti kita rasakan ketika interaksi sosial terjadi secara langsung daripada hanya sebatas virtual dimana raut muka, bahasa tubuh, sentuhan, mungkin tidak bisa kita rasakan secara nyata.

Pada akhirnya kita harus bijaksana dalam menghadapi perkembangan jaman, di saat pembatas antara dunia nyata dan maya semakin menipis, dunia maya seharusnya mampu kita sikapi dengan bijak, dengan cara bijak dalam menggunakan gadget yang kita punya, bijak dalam menjaga privasi data, bijak menginspirasi melalui update status maupun tulisan-tulisan di blog kita, dan yang terpenting bijak dalam menggunakan waktu untuk membangun interaksi nyata yang menunjukkan kasih, kepedulian dan saling mendukung dalam komunitas kristen yang menunjukkan kasih kristus yang berdampak nyata bagi orang di sekitar bahkan dunia.

Seperti yang tertulis dalam Kolose 3:23 —-Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan1  dan bukan untuk manusia. Sehingga apapun yang kita perbuat didunia nyata dan dunia maya kita sadari itu semua dilakukan untuk Tuhan.

Saya akan menutup amanat pembina upacara hari ini dengan sebuah pesan  untuk  mengingatkan kita semua bahwa :

Kita tidak dapat meng-UPLOAD kasih

Kita Tidak dapat men-Download waktu

Kita tidak juga dapat meng_GOOGLING isi hati orang-orang disekitar kita.

Yang bisa kita lakukan adalah secara nyata mengasihi, menggunakan waktu untuk berinteraksi dengan sekeliling kita, dimana seharusnya kita MENGHIDUPI seluruh kehidupan kita

 

Salam, 

Deasi Saragih

upacara

 

 

 

 

 

One thought on “Kita Hidup di Dunia Nyata, Bukan Dunia Maya

  1. Hai Ms.Deasi.. Hari ini saya sudah membaca amanahnya, walaupun kemarin (Selasa) saya tidak mendengarnya langsung karena saya piket.. Ternyata dunia maya membantu kita saat ada halangan di dunia nyata hehe. Thanks ya, selamat terus berkarya lewat tulisan-tulisan ms.. Keep shining n become blessing.. Jbu.. Ms.Dee

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s