Bahan devosi : Teman Seperti Apakah Kamu?

renunganPagi ini saya mendapatkan giliran untuk membawakan renungan singkat dengan durasi 15 menit, sebuah tugas yang memang sudah biasa diberikan sekolah agar setiap guru terbiasa untuk membagikan sesuatu  berupa renungan sebagai bahan refleksi.

Renungan kali ini saya ambil dari Amsal 18:24, yang berbunyi :

“Ada teman yang mendatangkan kecelakaan, tetapi ada juga sahabat yang lebih karib dari pada seorang saudara”

Renungan  ini terinspirasi dari Tulisan Vincent Yeaoh di web salah satu gereja. Saya akan menuliskan  beberapa poin besarnya saja. 

Manusia tidak diciptakan menjadi makhluk yang hidup sendirian, oleh karenanya seorang manusisa  membutuhkan manusia lain dan berupaya untuk mengisi hidup dengan diperteguh  banyak persahabatan. Persahabatan akan menambah semangat dalam hidup.

Namun demikian Alkitab memperingkatkan  dalam Amsal 18 bahwa “Ada teman yang mendatangkan kecelakaan, tetapi ada juga sahabat yang lebih karib dari pada seorang saudara”.

Istilah teman yang dimaksud pada tulisan ini ada dua, pertama,  adalah seorang teman yang mana hati kita yang memilih untuk menjadikannya seorang teman bahkan sahabat karena kecocokan hati.

Namun yang kedua adalah teman yang dikondisikan oleh suatu keadaan tertentu seperti teman arisan, teman kerja, atau teman karena satu komunitas tertentu yang diikat oleh karena satu tujuan tertentu. Teman yang mau tidak mau harus kita katakan teman walau kita bukan orang yang cocok secara hati.

Ada 3 teman ideal yang dapat kita pilih:

  1. Teman yang kita pilih adalah seorang teman yang sama-sama memiliki Tuhan sebagai ikatan. Tuhan menjadi pusat persahabatan sehingga yang terjadi adalah pertumbuhan bersama. Alkitab mencatat bahwa hanya karena Tuhanlah maka Daud dan Yonathan menjadi teman yang baik meskipun Raja Saul, ayah Yonathan ingin membunuh Daud. Dimana tertulis dalam 1 Samuel 20:42 yang menyatakan bahwa kunci pertemanan mereka adalah mereka memiliki Tuhan sebagai pengikat.
  2. Teman yang selalu ada setiap waktu, seperti yang tertulis dalam Amsal 17:17, bahwa “Seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu, dan menjadi seorang saudara dalam kesukaran.”
  3. Teman yang mau memberi nasihat, yang artinya ia adalah teman yang mau menasehati pada saat kita melakukan kesalahan, sehinga teman ini adalah teman yang disaat kita sulit dikirik sekalipun, ia adalah teman dekat yang degan kasihnya menunjukkan kesalahan kita. Nasihat akan mendorong kita untuk maju, terus bertumbuh menuju pribadi yang akan terus menjadi lebih baik.

Renungan yang intinya saya baca dari sebuah ini saya dapat beberapa hari yang lalu dan ketika membacanya mengingatkan saya mengenai apa yang terjadi sekitar bulan April 2014. Saat pertama kali saya memutuskan untuk mempelajari grafologi yang tidak asing di dunia psikologi, untuk rekrutmen  dan sering di pakai di bank terutama untuk dokumen examiner bagi bagian perkreditan.

Sebelum mengambil course yang saya rencanakan untuk belajar serius saya membagikan kerinduan hati dengan beberapa teman, teman kategori pertama dan kategori kedua, dan hasilnya manakjubkan karena ada beberapa reaksi yang saya dapatkan.

  • Teman yang pertama,  tidak secara langsung mengatakan mendukung, tapi ia menuliskan beberapa pertanyaan yang harus saya jawab terlebih dahulu via e-mail yang menantang untuk digali dan dijawab secara mendalam. Sepertinya komitmen saya ditantang untuk bisa mencapai apa yang akan direncanakan.
  • Teman yang kedua, secara gamblang ia mengatakan mendukung, bahkan ia membuat time table kapan saya lulus, apa tujuan akhirnya sekaligus pertimbangan biaya-biayanya.
  • Teman yang ketiga mengatakan, saya sungguh beruntung sekali, karena ia menginginkan hal yang sama namun waktu yang ia miliki terbatas dan uang belum ada, sehingga ia harus menunda atau mungkin bahkan mematikan keinginan untuk belajar yang sama dengan saya.
  • Teman yang keempat lah yang membuat pertahanan saya goyah karena saya perlu waktu 3 bulan untuk meyakinkan diri, karena responnya adalah menertawakan saya, bahkan mengatakan bahwa saya seprti layaknya peramal untuk belajar ilmu  grafologi, bahkan besok-besok di masa mendatang saya akan belajar mengenai karakter dengan menguji letak tahi lalat di wajah ! Saya akui saat itu hati saya tidak cukup kuat menrima celaan, rasanya dilecehkan (mmmhhh entahlah ini kata yang tepat atau bukan). Ya, dia berhasil membuat saya terdiam. Saat itu saya berhasil menguasai diri untuk hanya diam namun sesampainya di rumah tak terasa air mata mengalir. Hati saya hancur dan semangat saya patah.

Tapi saya bersyukur karena teman yang keempatlah, yang sama sekali jauh dari teman ideal,  akhirnya punya waktu lebih untuk mengenal lagi siapa diri saya, bagaimana saya mudah patah semangat hanya karena omongan orang lain,,,,,saya lebih bisa mengambil komitmen bahwa ini adalah bagian dari passion yang saya miliki. Saya ingin terus mau belajar dan maju bukan karena orang lain, tapi karena saya memilih untuk maju. Dalam kekesalan saya, untung saja kejadian ini akan menjadi dorongan saya untuk mau mau dan belajar bukan karena orang lain, tapi karena dari dalam diri sendiri dengan meminta persetujuan Tuhan.

Kalau kita percaya bahwa semua hal yang terjadi  tidak ada yang kebetulan, maka semua orang atau teman yang ada di sekitar kita juga ada karena Tuhan, terkadang kita tidak bisa memilih teman yang ditempatkan dekat dengan kita, namun kita bisa menjadikan seorang teman itu sebagai pendorong kita untuk terus maju, untuk bisa mendorong mengeluarkan bersi terbaik kita yang sudah TUHAN berikan pada kita.

Bila kita ada di sebuah situasi dimana kita ingin menjadi seorang teman bagi teman yang lain, pertanyaannya adalah sebenarnya kita mau menjadi teman yang seperti apa?
Dan pilihan itu ada pada kita.
Hiduplah pada lingkungan dan teman-teman yang positif, sebab mereka dapat menjadi penyemangat hidup yang baik, namun jika kamu bertemu dengan teman yang membuatmu patah, jadikan mereka motivasi untuk lebih mengenal dirimu sendiri dan teruslah maju. 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s